Memahami dan Menghargai untuk Dipahami

Memahami dan Menghargai untuk Dipahami

Memahami dan Menghargai untuk Dipahami - Kali ini gua akan bercerita tentang "memahami dan menghargai" karena menurut gua hal ini sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Terkadang kita selalu menuntut untuk dapat di pahami dan dihargai oleh orang lain tanpa menyadari terlebih dahulu apakah kita sudah bisa memahami dan menghargai diri kita sendiri dan orang lain. Kita tidak pernah menyadari itu dan tidak pernah berusaha untuk melakukannya, melainkan kita selalu hanya bisa menuntut agar kita dipahami dan dihargai oleh orang lain. Menurut gua pribadi ini sangat keliru karena kita hanya memikirkan kesenangan diri sendiri tanpa memerhatikan orang di sekitar kita, tanpa memperhatikan suasana atau kondisi di sekitaran kita berada.

Memahami dan Menghargai untuk Dipahami

Jadi, menurut gua hal yang paling tepat yaitu jangan pernah meminta atau menuntut untuk selalu bisa dihami dan dihargai oleh orang lain karena hal ini hanya akan dapat merugikan diri kita sendiri dan juga orang disekitaran kita sehingga akan memunculkan efek-efek negatif dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya salah satu contoh, ketika kita meminta untuk dipahami dan dihargai oleh orang lain namun kita merasa mereka belum memahami atau menghargai kita seperti yang kita inginkan, hal ini akan mengakibatkan kita sakit hati ataupun dongkol ataupun resah, kecewa, mungkin sekali dua kali tidak terasa tapi jika sudah keseringan bakal sangat terasa. Sehingga hal ini akan merusak hubungan kita dengan orang tersebut, pikiran kita akan terbebani oleh hal-hal yang tidak penting, jika sudah seperti itu akan merusak konsentrasi kita dalam berbagai hal aktifitas yang kita lalui, pemikiran jernih kita akan hilang, kita akan sulit berfikir lebih luas dan sulit berfikir lebih baik/positif sehingga akan sangat merugikan diri kita sendiri, kita ga bisa maju dan berkembang karena selalu dihambat oleh pemikiran-pemikiran yang tidak baik.

Saran untuk hal ini

Kita memulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu. Coba kita bertanya dalam diri kita terlebih dahulu, kita sudah bisa memahami diri kita sendiri apa belum ? Kita sudah bisa menghargai diri kita sendiri apa belum ? Kita sudah bisa memahami dan menghargai kondisi di sekitaran kita belum ? Kita sudah bisa memahami dan menghargai orang lain apa belum ? Apa hal baik yang sudah kita lakukan ? Jika belum, maka kita lakukan hal itu terlebih dahulu, karena tidak mungkin orang lain bisa memahami dan menghargai kita jika sementara kita sendiri tidak bisa memahami dan menghargai diri sendiri dan orang lain. Jadi, kita mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu, kita sadari diri kita dulu. Jika kita sudah bisa memahami dan menghargai diri sendiri, kondisi sekitaran kita dan orang lain, maka tanpa kita meminta tanpa kita menuntut secara perlahan orang lain akan berusaha untuk memahami dan menghargai kita juga. Jadi, kita yang mencoba menyesuaikan sehingga orang lain juga akan belajar menyesuaikan diri dengan kita.

Belajar memposisikan diri

Dalam bertindak kita juga harus bisa memposisikan diri sebagai orang lain, jangan hanya memikirkan perasaan kita saja, namun kita juga harus bisa memikirkan perasaan orang lain. Salah satu contoh kecil, sebelum kita mencubit orang lain, kita harus cubit badan kita terlebih dahulu, bagaimana rasanya sakit tidak ? Jika sakit maka orang lain juga bakalan merasakan sakit yang sama jika kita mencubitnya. Sebelum kita menyakiti orang lain, kita harus memposisikan diri kita terlebih dahulu, bagaimana jika kita yang disakiti seperti itu? Bagaimana jika hal itu kepada kita dilakukan sakit tidak? Jika sakit dan perih maka orang lain juga bakal merasakan hal yang sama, jadi jangan pernah melakukannya terhadap orang lain agar kita tidak merasakan perih dan rasa sakit yang sama. Kita manusia orang lain juga manusia, kita punya hati orang lain juga punya hati, kita punya perasaan orang lain juga sama punya perasaan, kita bisa bersedih dan bisa bahagia tersenyum orang lain juga sama mereka juga bisa bersedih dan bahagia tersenyum, jadi tidak ada bedanya, kita sama-sama manusia normal semua yang serba punya kekurangan dan kelebihan, oleh sebab kita kita mencoba sadar untuk saling memahami dan menghargai. Jangan hanya memikirkan diri sendiri saja, jangan hanya memikirkan kesenangan sesaat saja, tapi cobalah berfikir lebih luas, berfikirlah tentang orang lain dan berfikirlah lebih luas kedepannya, apa efek negatif dan positifnya. Setiap tindakan emang ada efek negatif dan posisitifnya, namun coba cari yang paling sedikit efek negatifnya dan yang lebih baik kedepannya itulah yang harus di pilih untuk dilakukan.

Jadi, hal apa yang kita lakukan maka itulah yang bakal kita tuai. Jika kita menyakiti orang lain suatu saat kita bakal disakiti oleh orang lain (walaupun bukan orang tersebut), jika kita melakukan hal baik terhadap orang lain maka suatu saat orang lain akan melakukan hal baik terhadap kita, (walaupun bukan orang tersebut yang membalasnya). Jadi, berhati-hatilah dalam bertindak dan pertimbangkan sebelum memutuskannya agar tidak ada penyesalan, karena penyesalan tidak akan pernah ada gunanya.

Hadiah tidak selalu terbungkus dengan indah, namun terkadang yang Mahakuasa membungkusnya dengan cobaan, namun di dalamnya tetap ada berkah yang istimewa.

Be the first to comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.