Perkenalan MikroTik dan RouterOS

Tutorial Setting Wireless Mikrotik

Perkenalan MikroTik dan RouterOS - Pada artikel sebelumnya tentang Pemahaman Dasar Mikrotik kita sudah membahas sedikit tentang dasar-dasar Mikrotik. Dan pada kesempatan ini kita akan mencoba mengenal lebih dalam lagi tentang Mikrotik dan asalnya.  Yach bagaimana mungkin kita bisa menggunakan sesuatu jika kita belum mengenal dan atau mengetahuinya. Contoh, kita ingin mengatakan cinta terhadap seseorang, pastinya kita harus tahu terlebih dahulu informasi terntang orang terkait. Misalnya dia orang mana, namanya siapa, nomor HPnya berapa, alamat sosial medianya apa, kesukannya apa, yang dia tidak sukai apa, alamatnya di mana, kegiatan sehari-harinya apa, dan informasi-informasi lainnya yang kita butuhkan. Sama halnya dengan Mikrotik ini, jika kita ingin menggunakannya kita harus mengenalnya dulu sehingga dengan seperti itu kita bisa menyesuaikannya sesuai dengan kebutuhan kita.

Perkenalan MikroTik dan RouterOS

Apa Itu Mikrotik ?

MikroTik RouterOS™ adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer manjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless, cocok digunakan oleh ISP, provider hotspot, Warnet dan Perkantoran. MikroTik adalah perusahaan yang berkantor pusat di Latvia, yang dibentuk oleh John Trully dan Arnis Riekstins. Pada tahun 1996 John dan Arnis memulai dengan sistem Linux dan MS DOS yang dikombinasikan dengan teknologi Wireless LAN (W-LAN) Aeronet berkecepatan 2Mbps di Moldova. Barulah kemudian melayani lima pelanggannya di Latvia, karena ambisi mereka adalah membuat satu peranti lunak router yang handal dan disebarkan ke seluruh dunia. Prinsip dasar MikroTik bukan membuat Wireless ISP (WISP), tapi membuat program router yang handal dan dapat dijalankan di seluruh dunia. Hingga kini, MikroTik telah melayani sekitar empat ratusan pelanggannya. Linux yang mereka gunakan pertama kali adalah Kernel 2.2 yang dikembangkan secara bersama-sama dengan bantuan 5 - 15 orang staf R&D Mikrotik yang sekarang menguasai dunia routing di negara-negara berkembang. Selain staf di lingkungan Mikrotik, menurut Arnis, mereka juga merekrut tenaga-tenaga dan pihak ketiga yang dengan intensif mengembangkan Mikrotik secara maraton. Nama asli  Mikrotik yaitu mikrotikls yang berarti Network Kecil dalam  Bahasa  Latvia dengan Misi yaitu “Routing The World”. Untuk informasi lebih bisa mengunjungi website resmi Mikrotik di http://www.mikrotik.com.

Keuntungan Memilih  Mikrotik

  • Harga  relatif lebih  murah dan bersahabat dengan kantong jika dibandingkan dengan Router jenis lainnya,
  • Hardware relatif stable  untuk  harga  yang bersahabat
  • Fitur lengkap sesuai dengan kebutuhan dan masih terus  dikembang seiring meningkatnya kebutuhan fitur
  • Mempunyai  banyak pilihan  sesuai kebutuhan  dari  Level Home , Office sampai Enterprise
  • Konfigurasi mudah dengan bantuan GUI Winbox dan WebFig
  • Pilihan yang sangat cocok  untuk belajar  Jaringan  dari  pemula hingga menjadi level Pro
  • Bisa diinstall di PC dengan kebutuhan hardware yang minim,
  • Tersedia dalam versi hardware (RouterBoard)
  • Berbasis Linux Kernel,
  • Versi Mikrotik terakhir saat artikel ini dibuat yaitu ROS 6.38

RouterOS  Hardware

Seperti yang telah diinformasikan di atas Mikrotik juga tersedia dalam versi hardware yang sering kita sebut dengan nama RB atau RouterBoard. RouterOS yang versi hardware ini sengat banyak jenis/typenya karena sengaja dikembangkan sesuai dengan kebutuhan atau peruntukan dari RouterOS itu sendiri, baik secara bentuk fisik, secara Spek, secara fitur dan lainnya. Berikut sedikit informasi terkait jenis RouterOS yang ada saat ini :

1. Seri MIPSBE : CRS, NetBox, NetMetal, PowerBox, QRT, RB9xx, hAP, hAP ac, hAP ac lite, mAP, RB4xx, cAP, hEX, wAP, BaseBox, DynaDish, RB2011, SXT, OmniTik, Groove, Metal, Sextant, RB7xx

2. Seri SMIPS : hAP lite

3. Seri TILE : CCR

4. Seri PPC : RB3xx, RB600, RB8xx, RB1xxx

5. Seri ARM : RB3011

6. Seri x86 : RB230, X86

7. Seri MIPSLE : RB1xx, RB5xx, Crossroads

8. Seri MMIPS : RB750Gr3

Cloud Hosted Router

Cloud Hosted Router (CHR) adalah versi RouterOS yang ditujukan untuk menjalankan sebagai mesin virtual. Ini mendukung arsitektur x86 64-bit dan dapat digunakan pada sebagian besar hypervisors populer seperti VMWare, Hyper-V, VirtualBox, KVM dan virtualisasi lainnya. CHR memiliki fitur RouterOS yang lengkap dan diaktifkan secara default namun memiliki model lisensi yang berbeda dari versi RouterOS lainnya.

System Requirements untuk Cloud Hosted Router (CHR)

Minimal requirements:
64bit CPU with virtualisation support
128 MB or more RAM for the CHR instance
128 MB disk space for the CHR virtual hard drive

CHR telah ditest pada platform berikut ini :

VirtualBox 5 linux dan OS X
VMWare Fusion 7 dan 8 di OS X
Qemu 2.4.0.1 di OS X
Hyper-V Windows Server 2012 (Saat ini hanya mendukung mesin virtual Generation 1 Hyper-V)

SwitchOS

Switches
Versi 1.17 untuk RB260GS dan RB260GSP
Versi 1.17 untuk RB250GS

Fitur RouterOS

Di sini kita akan mencoba berbagi info perihal fitur-fitur yang ada pada Mikrotik. Mungkin di sini saya tidak semuanya menjelaskan secara details namun saya akan menginformasikan secara basic perihal fitur yang ada di Mikrotik sendiri sesuai dengan pengalaman saya. Sebelumnya kita juga sudah informasikan sedikit tentang fitur routerOS pada artikel sebelumnya.

Fungsi  Router bisa sebagai :  Server, Bridge, VLAN, Firewall, Wireless AP/Client DLL, Virtualization
IP Routing : Static Route, Dynamic Router (OSPF/BGP/RIP)
TUNNEL : PPTP, L2TP, OPENVPN, PPPoE, SSTP, IPSec, EOIP
Firewall : Mangle, NAT, Filter Rules , Address List, L7 Protocol
Bandwidth Management : HTB, XFIFO, PCQ
Server : Proxy, Hotspot, DHCP, DNS, NTP, Radius (UserManager)
Monitoring System : Tool Graphs, Watchdog, Logging, SNMP, Netwatch, Dude NMS
Troubleshooting & Diagnostic : Ping, TCP Ping, IPScan,  Tracert, FloodPing, Scheduler, Torch (Traffic Monitor), Scan Frequency, Scripting
Virtualization : KVM (Kernel-based Virtual Machine),

RouterOs  License

Setelah RouterOS selesai diinstal dan berjalan dalam mode percobaan. Anda memiliki 24 jam untuk mendaftar untuk Level1 atau membeli level 3,4,5 atau 6 dan memasukkan key yang valid. Level 3 adalah lisensi untuk Wireless Stations (klien atau CPE). Khusus untuk PC x86, Level3 tidak tersedia untuk pembelian secara individual. Untuk memesan lebih dari 100 lisensi Level3, dapat menghubungi sales [at] mikrotik.com. Level 2 adalah lisensi transisi dari warisan lama (pre 2,8). Lisensi ini tidak tersedia lagi, jika anda masih mempunyai jenis lisensi ini anda tidak bisa upgrade namun anda harus membeli lisensi baru. Perbedaan antara level lisensi seperti pada tabel berikut ini.

Perkenalan MikroTik dan RouterOS

(*) - BGP termasuk dalam lisensi Level3 hanya untuk RouterBOARDs, untuk perangkat yang lain anda membutuhkan Level4 atau di atasnya untuk memiliki BGP.
Semua Lisensi:
--->Tidak ada masa expire
--->Termasuk 15-30 hari support gratis melalui e-mail
--->Dapat menggunakan jumlah interface yang tidak terbatas
--->Menawarkan upgrade software unlimited

Mengakses  RouterOS

Untuk dapat mengakses RouterOS kita dapat melakukannya dengan beberapa cara yaitu sebagai berikut ini :

  • Telnet
  • SSH
  • Winbox
  • HTTP (Webfig/Webbox)
  • FTP
  • MAC-Telnet
  • Serial-Console
  • Monitor (x86/AMD)
  • LCD (Touchscreen)

System Reset

System reset yaitu proses mengembalikan  konfigurasi ke awal  (default factory), untuk system reset ini tersedia pada semua jenis RouterBoard untuk tombol resetnya sehingga tidak harus masuk ke dalam system untuk dapat meresetnya, namun khusus untuk x86 untuk dapat mereset konfigurasinya kita harus mengkases kedalam system untuk menjalankan perintah system reset. System reset ini hanya  bisa dilakukan user dengan group FULL (admin) sehingga tidak semua user dapat melakukannya. System reset sendiri mempunyai  beberapa fitur yaitu sebagai berikut ini :

  • Keep-users : Berfungsi agar user dan password tetap ada (tidak  hilang)
  • No-defaults : Berfungsi tanpa  konfigurasi default factory
  • Skip-backup : Berfungsi agar tidak membuat backup konfigurasi
  • Run-after-reset : Berfungsi agar menjalankan script (rsc)  setelah  reset di booting pertama.

System Backup & Restore

Sebagai mana kita ketahui system tanpa backup sama dengan nol (0) dan data tanpa backup juga sama dengan nol (0). Jadi lakukan lah backup sebelum backup itu terlambat dan data anda/konfigurasi anda hilang. Dalam konfigurasi router apalagi dengan system yang sudah lengkap/komplek maka backup sangat dibutuhkan baik itu backup hardware itu sendiri maupun backup konfigurasi karena sifatnya sangat penting. Oleh sebab itu semua system menyediakan yang namanya fitur backup dan restore backup tujuannya untuk mempermudah recovery ketika ada perangkat yang rusak dan mengharuskan ganti unit. Tidak terkecuali Mikrotik juga menyediakan fitur backup dan retore ini dan juga untuk proses backup kita bisa melakukannya secara otomatis dengan terjadwal.

Backup : Yaitu menyimpan seluruh konfigurasi  ke 1 File dengan ekstensi .backup
Restore : Yaitu proses mereset  konfigurasi existing  dan menerapkan konfigurasi yang terdapat  di file .backup yang di pilih
Backup  mempunyai beberapa  fitur yaitu sebagai berikut ini :
Don’t-encrypt : Yaitu proses membuat  file .backup yang bisa dibaca dengan text-editor.
Password : Yaitu proses untuk memasukan  password  dalam file .backup, sehingga ketika kita melakukan restore maka harus memasukan  password terlebih dahulu.

Script Export & Import

Di Mikrotik juga menyediakan fitur untuk melakukan backup satuan (tidak backup secara keseluruhan seperti halnya system backup) dalam bentuk file dengan ekstensi rsc. Dengan fitur ini kita bisa melakukan backup beberapa konfigurasi yang penting/yang kita butuhkan saja. Jadi, secara fungsi  kurang lebih sama dengan backup hanya saja lebih spesifik pada konfigurasi tertentu. Bisa dijalan di hampir seluruh fitur  dalam  Mikrotik dan juga tidak di enkripsi sehingga bisa  di buka oleh text editor. Script Export & Import ini sangat disarankan digunakan oleh SysAdmin apabila  ingin  melakukan perubahan konfigurasi sehingga jika ada yang tidak jalan atau ingin mengembalikannya di konfigurasi awal sangat mudah dilakukan.

Manajemen  User

Untuk Manajemen  User pada Mikrotik memiliki beberapa level akses yaitu sebagai berikut ini:

Default user adalah  admin tanpa password (password kosong)
Default Group yang ada adalah  Read-Only, Write , Full
User dapat di kategori  Akses  Level berdasarkan Group
Group dan User bisa  di custom  sesuai kebutuhan

Demikian artikel sederhana ini tentang perkenalan Mikrotik dan semoga dapat membantu teman-teman yang ingin menggunakan Mikrotik dan yang sedang mencari informasi tentang Mikrotik.

 

Sumber referensi :
www.mikrotik.com
http://wiki.mikrotik.com/wiki/Main_Page